Kesehatan

Unik

Teknologi

Kriminal

News

Peristiwa

Obat Untuk Aids - Kanker

Rasulullah Saw bersabda: “Gunakanlah Al Habbatussaudaâ, karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali as Sam [maut].” [HR Shahih Bukhari dan Muslim]
Jintan hitam atau yang dikenal sebagai habbatussauda adalah sejenis rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat.
Rempah ini berbentuk biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai penyakit. Tak heran jika tanaman bernama Latin Nigella sativa L ini masuk dalam daftar obat alami di buku At-Tibb An-Nabawi atau pengobatan cara nabi.
Banyak manfaat dari jintan hitam yang terdapat dalam beberapa literatur, antara lain:

- Menguatkan sistem kekebalan, karena mampu meningkatkan rasio sel T positif dan negatif menjadi 55 persen dengan 30 aktivitas pembunuh sel alamiah. Dengan demikian habbatussauda dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti AIDS dan kanker.
- Anti-histamin. Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi, seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dari jintan hitam, sering disebut nigellone.
Nigellone berdampak positif terhadap penderita asma bronchial, karena kristal yang terbentuk dari nigellone menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin.
- Menetralkan racun tubuh. Jintan hitam mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.
- Anti-bacteria karena memiliki aktivitas anti-bacteria, seperti E. Coli, V.cholera, dan spesies shigella, sehingga baik bagi yang menderita penyakit diare.

- Melancarkan ASI dengan kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat di dalamnya.
- Memberi tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita, karena adanya kandungan Omega 3, 6 dan 9 yang merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin. Omega 3 dan 6 pada habbatussauda juga dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan, serta memperbaiki peredaran darah ke otak.

GERANIUM


Geranium adalah salah satu jenis bunga yang berbentuk kecil dan biasanya tumbuh bergerombol. Bunga ini memiliki warna ungu, biru, pink, atau putih. Selama ini bunga geranium diketahui sebagai tanaman yang bisa mencegah gigitan nyamuk.
Namun baru-baru ini peneliti menemukan bahwa ekstrak bunga geranium dipercayai bisa menyembuhkan AIDS.
Peneliti dari Jerman mengungkap bahwa ekstrak tanaman geranium bisa mencegah virus HIV mengenai sel manusia. Virus HIV terbagi menjadi dua jenis, yaitu HIV-1 dan HIV-2.
Kedua virus tersebut bertanggung jawab menyebabkan penyakit AIDS pada manusia. Peneliti mengungkap bahwa ekstrak bunga geranium berpotensi untuk menjadi obat baru untuk mencegah virus HIV-1.

Penelitian yang dilakukan di German research Centre for Environmental Health, Munich juga menemukan bahwa ekstrak geranium bisa mencegah virus untuk melakukan replikasi jenis baru dari HIV-1 dan melindungi sel kekebalan tubuh serta sel darah dari infeksi virus HIV tersebut.
Para peneliti tersebut juga menemukan jika bunga Geranium mampu melindungi sel darah dan system imunitas tubuh dari infeksi virus, dengan kata lain, Geranium mampu mencegah penyebaran HIV.
Peneliti telah melakukan beberapa percobaan klinis untuk mengetahui apakah efek bunga geranium aman untuk dikonsumsi manusia. Di jerman, peneliti juga telah melegalkan penggunaan ekstrak ini sebagai obat herbal untuk mencegah HIV.
Ekstrak geranium cukup menjanjikan untuk digunakan sebagai obat melawan HIV-1. Selain itu, geranium juga bisa didapatkan dan disimpan dengan mudah.
Ekstrak dari bunga Geranium ini memiliki cara kerja yang berbeda dari semua obat-obat anti HIV-1 yang telah digunakan dalam uji klinis.

Hal ini menjadikan bunga Geranium sangat penting digunakan dalam pengobatan anti HIV sebagai supplemen. Selain itu penggunaan ektrak geranium dalam pengobatan anti HIV sangat menjanjikan karena hanya membutuhkan sumber daya sedikit, mudah dikembangkan dan tidak membutuhkan proses pendinginan.
Berdasarkan data WHO, lebih dari 35 juta orang di dunia terkena virus HIV, kebanyakan adalah HIV-1. Jika tak segera dirawat HIV bisa menyebabkan penyakit AIDS yang sangat membahayakan dan bisa menghilangkan nyawa.
Penemuan ini bisa menjadi salah satu sinar terang untuk pengembangan obat HIV/AIDS di masa depan.

(alifmagz.com/pilihdokter.com)

Cara Keramas Yang Baik Sesuai Jenis Rambut


Seberapa sering Anda mencuci rambut kesayangan Anda? Sejatinya rambut dianggap sebagai mahkota di bagian tubuh manusia. Perawatannya tak sesederhana yang Anda kira, salah merawat rambut bisa mengalami kerontokan atau berminyak.
Banyak ragam sampo yang tersebar di luar sana. Kandungannya selalu berbeda di tiap kemasannya., berikut adalah tips mencuci rambut sesuai jenis rambut Anda.

1. Rambut keriting
Rambut keriting cenderung lebih cepat kering, terutama jika Anda memberinya sentuhan warna. Untuk Anda pemilik rambut keriting dianjurkan untuk mencucinya dua kali seminggu. Sampo yang dikhususkan untuk si rambut keriting ini yakni sampo yang punya formulasi untuk membuat rambut bersinar atau kilau. Kandungan itu punya sifat pelembab yang membantu re-hidrat pada rambut keriting.

2. Rambut alami
Si rambut alami diharamkan untuk terlalu sering mencuci rambut. Meski Anda sering beraktivitas di luar ruangan, dianjurkan untuk mencuci rambut seminggu sekali untuk mencegah kerusakan. Untuk menjaga tetap sehat dan bersih, Anda dapat melakukannya dengan cara membilas rambut tanpa keramas.

3. Rambut halus
Banyak wanita yang harus keramas setiap hari untuk mencegah rambut berminyak. Namun, terlalu sering mencuci rambut justru dapat membuat kulit kepala berminyak. Untuk memastikan rambut Anda tetap terjaga, si rambut halus diharuskan untuk tidak menggunakan sampo yang punya kandungan silikon di dalamnya. Karena hal itu dapat membuat rambut Anda tampak lemas dan tak bernyawa.

4. Rambut ekstensi
Masalah utama pada rambut ekstensi adalah akan memunculkan keringat atau minyak berlebih pada rambut. Untuk membawa rambut Anda tetap sehat, Anda harus mencuci rambut setiap hari dan memijat seluruh bagian untuk menghilangkan uap airnya.

5. Rambut Berwarna
Rambut yang Anda beri warna akan memudar dengan cepat, ditambah dengan bilasan air saat keramas. Agar warna rambut tetap pada warna aslinya, Anda harus mencuci rambut paling banyak tiga kali seminggu. Disarankan untuk tidak menggunakan sampo yang mengandung sulfat. Karena sulfat bisa membuat rambut Anda berminya sekaligus mengupas warna rambut.

Berbagai sumber

Bahaya Kesehatan Akibat Kebiasaan menggigiti Kuku

Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk yang sulit hilang sejak masih anak-anak. Kebiasaan tersebut seperti mengisap jempol, suka menggerak-gerakan kaki, memutar-mutar rambut, dan menggigiti kuku. Sayangnya banyak dari Anda yang tidak menyadari bahwa kebiasaan tersebut mampu menimbulkan bahaya untuk kesehatan. Contohnya adalah kebiasaan menggigiti kuku.

Dilansir dari healthmeup.com, berikut adalah bahaya kesehatan yang tersimpan dari kebiasaan menggigiti kuku.
1. Bakteri
Meskipun Anda sering mencuci tangan, namun seringkali Anda jarang untuk membersihkan bagian bawah kuku Anda. Penelitian menunjukkan bahwa kuku Anda biasanya menyimpan bakteri dan kuman dua kali lebih banyak dibandingkan dengan permukaan tangan Anda sendiri. Sehingga ketika Anda menggigiti kuku, maka bakteri ini akan ditransfer ke mulut Anda. Dan tak jarang menimbulkan penyakit berbahaya.
2. Infeksi kuku
Menggigiti kuku mampu menimbulkan luka dan lecet baik di kuku maupun kulit di sekitar kuku. Sehingga Anda memberikan tempat baru bagi bakteri, ragi, dan mikroorganisme lainnya untuk bersembunyi dan berkembang biak.

Mereka yang suka menggigiti kuku cenderung terkena paronychia yang merupakan infeksi kulit di sekitar kuku yang menyakitkan.

3. Timbul kutil
Human papillomavirus (HPV) merupakan virus yang rentan mengenai orang yang suka menggigiti kuku. Hasilnya akan muncul di sekitar kuku Anda. Dan karena Anda suka menggigiti kuku, maka virus ini juga bisa menyebar ke mulut dan bibir Anda.

4. Masalah gigi
Kebiasaan menggigiti kuku tidak hanya mempengaruhi kesehatan kuku Anda, namun juga gigi Anda. Gigi Anda bisa bergeser ke posisi yang salah, aus lebih awal, atau menjadi keropos dari waktu ke waktu. Menggigiti kuku juga dapat merusak susunan gigi Anda sehingga gigi atas dan bawah Anda menjadi tidak selaras.

5. Menurunkan kualitas kesehatan Anda
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 20%-30% orang yang mempunyai kebiasaan untuk menggigiti kuku, memiliki kualitas kesehatan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak. Sebab efek dari kebiasaan ini akan membuat mereka rentan sakit karena masuknya bakteri, stres karena menahan sakit, dan masalah kesehatan lainnya.

Walaupun terlihat sederhana, ternyata kebiasaan menggigiti kuku mampu membahayakan kesehatan Anda. Jika Anda memiliki kebiasaan ini, sebaiknya segera hentikan secara perlahan sebelum berubah menjadi lebih fatal.

Sumber : Merdeka.com

5 Bahaya Pengguanaan Toilet Duduk


Indonesia sebenarnya merupakan negara yang mayoritas penduduknya menggunakan toilet jongkok. Namun seiring dengan modernitas, maka secara perlahan penggunaan toilet jongkok ini menghilang dan diganti dengan toilet duduk.

Tahukah Anda bahwa penggunaan toilet duduk mampu mempengaruhi proses alami pembuangan kotoran dan dapat menyebabkan sembelit? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter Israel bernama Dov Sikirov di Digestive Diseases and Sciences dijelaskan bahwa ketika Anda duduk, otot tidak bisa mempertahankan kontinuitas untuk mengeluarkan kotoran. Tubuh juga tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran.

Dilansir dari healthmeup.com, berikut adalah bahaya penggunaan toilet duduk yang wajib untuk Anda ketahui.

Sembelit
Posisi duduk saat Anda buang air besar akan membuat kotoran tidak bisa keluar dengan maksimal. Sehingga kotoran akan bertumpuk dan menyebabkan tinja menjadi keras dan membuat sembelit.

Hemoroid
Hemoroid merupakan kondisi dimana otot anal Anda meradang karena tegang dan mendorong terlalu keras. Vena akan membengkak dan bahkan terjadi pendarahan.

Penyakit usus
Ketika kotoran tidak keluar secara maksimal, maka kotoran akan menumpuk di usus. Ketika penuh dengan kotoran, maka tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik dan bisa membuat Anda menjadi tidak sehat.

Infeksi saluran kencing
Tidak hanya kotoran saja yang perlu untuk dikeluarkan dengan jongkok, namun air kencing juga. Kencing jongkok akan membuat kandung kemih benar-benar kosong dan mencegah Anda untuk terkena infeksi saluran kencing.

Gangguan panggul
Ketika sedang duduk, terjadi sejumlah besar tekanan di usus besar yang berakibat buruk pada panggul. Sementara ketika Anda berjongkok, Anda akan melindungi saraf panggul.

Tidak banyak diketahui, ternyata penggunaan toilet duduk mampu membahayakan kesehatan tubuh. Untuk meminimalkan hal buruk terjadi, sebaiknya gunakan jenis toilet yang benar-benar mendukung kesehatan tubuh Anda.

Sumber : Merdeka.com

Gigi Anda Bisa Putih Dengan 12 Makanan Ini


Selain menyikat gigi, flossing dan kunjungan ke dokter gigi secara teratur, makan jenis makanan tertentu dapat memperkuat email gigi, mencegah gigi berlubang, menangkal penyakit gusi, bahkan memutihkan gigi kita. Berikut 12 makanan yang dapat memutihkan gigi dikutip dari Intisari-Online.com:

1. Keju
Selain mengandung kalsium yang dapat memperkuat tulang, keju juga mengandung asam laktat yang berfungsi mencegah kerusakan gigi. Keju juga bisa menetralkan perubahan warna pada gigi yang berasal dari makanan lain.

2. Strowberi
Strowberi membantu menyeimbangkan kadar PH dalam tubuh kita, yang mana bagus juga untuk gigi. Strowberi memiliki biji-biji kecil yang berfungsi sebagai scrubbers untuk menghilangkan bakteri.

3. Apel
Malic acid, bahan yang bisa ditemukan di produk pemutih gigi ini ternyata juga ditemukan di buah apel. Meskipun mengandung asam yang dapat merusak gigi, namun tekstur kasar dalam buah apel bisa juga membersihkan gigi. Menurut Paula Simpson, ahli kosmetik dan kecantikan Toronto, ada baiknya menambahkan keju ketika makan apel untuk melawan asamnya.

4. Jahe
Berdasarkan jurnal penelitian Phytotheraphy, jahe sangat efektif dalam membunuh bateri yang ada di dalam mulut serta melindungi gusi dari penyakit.

5. Nanas
Bromelain, enzim yang berada pada nanas, membantu membersihkan dan menghilangkan plak-plak yang ada pada gigi. Nanas juga bisa menghasilkan air liur lebih banyak yang dapat melawan kerusakan pada gigi.

6. Wortel
Tekstur kasar dan kadar air yang tinggi pada wortel dapat membantu untuk merangsang air liur, membersihkan partikel makanan dari mulut, dan mengurangi jumlah plak yang akhirnya membuat gigi lebih putih.

7. Daun kemangi
Makanan lain yang dapat memutihkan gigi adalah daun kemangi. Antibiotik alami ini dapat mengurangi bakteri dalam mulut.

8. Salmon
Salmon kaya akan kalsium dan vitamin D yang membuat gigi tetap kuat.

9. Biji wijen
Kacang dan biji-bijian memang kaya akan kalsium, namun biji wijen ternyata juga dapat membersihkan plak-plak yang ada di gigi.

10. Jamur shitake
Berdasarkan studi Pediatric Caries Research Foundation di Australia, senyawa aktif yang ditemukan pada jamur shitake menghalangi bakteri tumbuh di dalam mulut.

11. Teh
Terlalu banyak minum teh dapat menodai gigi, namun jika hanya minum sedikit, the bisa menjaga mulut kita tetap sehat. Baik teh hitam maupun teh hijau memiliki antioksidan bernama catechin yang dapat menghalau bakteri gigi.

12. Lemon
Lemon membantu menyeimbangkan jumlah PH dalam tubuh, meningkatkan jumlah air liur dan juga pemutih gigi alami. Namun, karena lemon mengandung asam, ia juga dapat merusak gigi apabila terlalu sering mengonsumsinya. Tanyakan kepada dokter berapa jumlah yang pas untuk gigi kita.

Itulah 12 makanan yang dapat memutihkan gigi. Makanan kaya manfaat ini mungkin bisa menjadi pilihan untuk kita konsumsi.

Sumber : TRIBUNJABAR.CO.ID

Cara Bersihkan Rumah Sebelum Berangkat Kerja

ANDA pasti punya teman yang teratur dan mampu menata segalanya. Terkadang, Anda sampai tidak habis pikir, bagaimana teman tersebut bisa sangat perfeksionis. Namun sebaliknya, Anda jauh dari kata rapi.
Bayangkan betapa menyenangkannya hidup, ketika Anda tidak disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih di rumah sebelum pergi ke kantor. Anda seringkali membiarkan barang-barang berantakan saat berangkat kerja. Ketika pulang, Anda sudah tidak bernafsu lagi untuk membersihkannya.

Lalu kebiasaan seperti apa yang bisa Anda tiru dari teman yang rapi?
1. Rapikan tempat tidur
Sebelum meninggalkan rumah, atau lebih baik sebelum meninggalkan kamar, rapikan tempat tidur Anda. Jika terburu-buru, tarik bed cover Anda menutupi bantal dan seprai yang berantakan.
Cara ini efektif mengesankan tempat tidur yang rapi. Namun ingat, jangan lakukan ini setiap hari jika Anda memang ingin berubah menjadi orang yang lebih rapi.

2. Cuci piring kotor
Jika sulit melakukannya setiap setelah makan, setidaknya, cuci piring dan peralatan makan lainnya sebelum Anda tidur. Dengan demikian, di pagi hari Anda tidak perlu terburu-buru mencuci tumpukan piring kotor. Jika masih sempat, cuci piring sarapan Anda sebelum berangkat bekerja.

3. Cuci baju setiap hari
Mencuci baju adalah salah satu kegiatan yang rutin Anda kerjakan agar nantinya tidak menumpuk jika dibiarkan terlalu lama. Bagi Anda yang tinggal bersama keluarga, apalagi keluarga yang besar, penting untuk mencuci pakaian setiap hari agar tidak cepat menumpuk.
Jika Anda tinggal sendirian atau hanya dengan pasangan, lakukan kegiatan ini paling lama tiga hari sekali.

4. Gunakan keranjang
Ketika ada tempat untuk meletakkan barang-barang, tentu Anda tidak harus melihat ruangan berantakan. Carilah keranjang yang sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk pakaian kotor atau mainan anak. Sesuaikan juga ukurannya agar mampu menampung barang-barang Anda.

5. Jangan menunda
Ini adalah kunci bagi Anda yang ingin rumah selalu terlihat rapi. Ketika mengeluarkan sesuatu, segera kembalikan barang tersebut di tempatnya. Semakin lama Anda menunda, semakin banyak barang yang berserakan di luar tempatnya.

6. Membereskan saat melintasinya
Anda bisa meminimalkan ruangan yang berantakan dengan sekali melintas. Misalnya, saat menuju kamar mandi dari kamar tidur, Anda menemukan barang yang tergeletak bukan di tempatnya.
Ambil barang tersebut dan langsung letakkan di tempatnya. Cara ini hanya membutuhkan kepekaan Anda dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Jadikan hal ini sebagai kebiasaan supaya rumah Anda tetap rapi.

7. Buat rencana
Untuk kegiatan membersihkan peralatan yang memang membutuhkan waktu lama, misalnya menggosok lantai kamar mandi atau membongkar isi kulkas, Anda butuh waktu khusus. Rencanakan waktu saat akhir pekan, misalnya Sabtu atau Ahad pagi.

Jika belum terbiasa, buatlah daftar apa saja yang akan Anda lakukan saat akhir pekan. Jadikan kegiatan membersihkan perabot di akhir pekan sebagai kebiasaan.

(kompas.com)

Mata Bintitan karena Sering Mengintip, Mitos atau Fakta?

TRIBUNJABAR.CO.ID - Sering kali kita mendengar orang berkata, “Jangan suka ngintip, nanti matanya bintitan, lho!” Sebenarnya apa itu bintitan? Mengapa mengintip sesuatu dikaitkan dengan bintitan? Apakah itu fakta dan bukan mitos? Berikut penjelasannya:

Dalam dunia kedokteran, bintitan atau hordeolum merupakan benjolan kecil yang tumbuh di sekitar mata dan sekilas tampak seperti bisul. Bintitan terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar sebasea di kelopak mata.
Umumnya bintitan berisi nanah dan bila bertambah besar dapat menghalangi mata terbuka secara optimal, sehingga membuat penderita sulit untuk melihat. Bintitan juga dapat mengakibatkan gangguan kelenjar meibom pada mata, sehingga produksi lapisan lemak terganggu dan menyebabkan air mata cepat menguap atau mata kering.

Terdapat dua jenis hordeolum, yakni hordeolum eksternal dan hordeolum internal. Berikut penjelasannya:

Hordeolum Eksternal
Hordeolum eksternal mulanya berupa benjolan kecil di dekat bulu mata. Lama-lama ia akan memerah dan menimbulkan rasa sakit selama beberapa hari sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya. Beberapa hordeolum eksternal berumur pendek, namun pada beberapa kasus ada yang harus memerlukan perawatan dokter.

Hordeolum Internal
Sementara itu, hordeolum internal adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. Gejalanya lebih berat dan jarang pecah dengan sendirinya. Oleh karena itu, biasanya dokter akan menyayatnya supaya nanahnya bisa keluar.

Berikut adalah faktor-faktor pemicu munculnya bintitan, antara lain:
1. Kebersihan yang tidak terjaga
Sekitar 90% hingga 95% kasus hordeolum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Penyebab lain adalah Staphylococcus epidermidis, Streptococcus, dan Eschericia coli. Menyentuh mata dengan tangan kotor dapat mentransfer bakteri tersebut ke kelopak mata.

2. Peradangan kelopak mata
Peradangan kronis sepanjang tepi kelopak mata yang disebabkan oleh kondisi yang disebut blepharitis dapat membentuk bintitan, begitu juga beberapa penyakit mata lainnya.

Jadi, tidak ada kaitan antara mengintip sesuatu atau seseorang dengan bintitan.
Supaya Anda terhindar dari bintitan, sebaiknya Anda selalu mencuci tangan sebelum menyentuh kulit di sekitar mata, membersihkan daerah kelopak mata secara teratur untuk menghilangkan debu dan minyak yang menumpuk, serta pastikan peralatan rias yang berhubungan dengan mata senantiasa steril.
Cara yang bisa dilakukan jika Anda sudah telanjur menderita hordeolum adalah dengan mengoleskan salep antibiotik pada benjolan. Jangan lupa untuk mengompresnya dengan air hangat apabila benjolan terasa nyeri, panas, atau mengeluarkan nanah.

Sumber : klikdokter.com

Gemar Nonton Kartun, Balita bisa Alami Sulit Konsentrasi


DEWASA ini sepertinya tidak banyak tontonan yang layak untuk usia anak-anak balita. Film kartun terbaru sekali pun acap kali menayangkan ragam aksi kurang bersahabat untuk si kecil. Menurut penelitian terkini mengatakan bahwa sering menonton televisi dan film kartun bisa berpengaruh buruk pada anak saat usianya mencapai periode sekolah. Mengapa demikian?Penelitian yang digelar oleh University of Washington, Seattle, Amerika Serikat menemukan bahwa anak usia balita yang sering nonton televisi bisa mengalami kesulitan fokus dan berkonsentrasi saat mereka mulai bersekolah.

Risiko tersebut terus meningkat hingga mencapai 10 persen ketika durasi menonton anak bertambah dari waktu yang dianjurkan. Kondisi ini akan jelas terlihat ketika buah hati Anda berusia tujuh tahun. Penelitian menyimpulkan bahwa anak yang menonton televisi sebanyak delapan jam per hari memiliki risiko sukar berkonsentrasi sebanyak 80 persen ketimbang anak yang menonton kurang dari delapan jam, atau sama sekali tidak menonton televisi.

Kemudian, penelitian bergulir pada pilihan film yang ditonton oleh banyak anak-anak, yaitu film jenis kartun. Ternyata, film kartun yang berjalan cepat dengan kemasan gambar marak warna, bisa merusak konsentrasi dan perilaku anak-anak. Sebab, beberapa hasil uji menunjukkan bahwa anak empat tahun yang hobi menikmati film kartun dengan konsep tersebut di atas, tumbuh dengan kemampuan memecahkan masalah yang minim.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan para orangtua untuk mengawasi waktu menonton anak. Jumlah waktu yang dianjurkan tak lebih dari satu hingga dua setiap hari. Kemudian, orangtua juga dihimbau untuk lebih rajin dalam menyeleksi jenis film kartun yang dikonsumsi oleh anak.
“Efek jangka panjang yang permanen dari kebiasaan menonton televisi memang masih merupakan materi yang terus berkembang, tapi menurut penelitian ini, saya konfirmasi, menonton televisi dan film kartun terlalu lama dapat menjadi masalah utama anak,” jelas Dr Dimitri Christakis, Director, Center for Child Health, Behaviour, and Development, University of Washington, Seattle, Amerika Serikat.

Otak anak balita masih tumbuh dan berkembang, apabila tontonan anak selalu mengekspos stimulasi yang kurang menguntungkan, bisa membuat kemampuan mereka dalam berkonsentrasi menurun dan tidak terbentuk secara optimal.
Dr Christakis menyarankan untuk orangtua tetap memonitor jenis tontonan anak dan lama waktu menonton setiap harinya.

Sumber : Kompas.com

⬆
Top