Kesehatan

Unik

Teknologi

Kriminal

News

Peristiwa

Menteri Agama Minta Maaf dan 'Taubat' Soal Qiraah Langgam Jawa

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin akhirnya meminta maaf soal qiraah langgam Jawa di istana negara beberapa waktu lalu. Permintaan maaf disampaikan saat berdialog dengan sejumlah pimpinan ormas Islam, Kamis (27/5/2015).

Dalam dialog bersama pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) dan sejumlah ormas Islam itu, Lukman mengakui ide membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa berasal dari idenya. Namun dalam dialog di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta itu, Lukman juga menjelaskan bahwa tidak ada maksud dirinya melecehkan Islam atau melecehkan Al Qur’an.



Lukman yang didampingi Sekretaris Jenderal Nur Syam serta Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali juga menjelaskan tidak ada motif politik soal pembacaan Al Qur’an dengan langgam Jawa tersebut.

Dilansir Pos Kota, selain menuntut meminta maaf, dalam dialog tersebut para pemimpin Ormas Islam juga meminta Lukman bertaubat. Namun soal taubat, Lukman menyatakan bahwa dirinya selalu membaca istighfar dan itu merupakan bagian dari taubat.

Seperti diketahui, dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara Jakarta pertengahan bulan ini, qari membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa. Qiraah yang aneh itu segera memicu kontroversi karena dinilai tidak sesuai dengan keagungan Al Qur’an. Namun menanggapi kritik saat itu, Menag pasang badan bahwa hal tersebut adalah idenya. [Ibnu K/Tarbiyah]

Sumber : Tarbiyah.net

Kutu Rambut Wanita Pengungsi Rohingnya Besar-besar dan Hitam

"Mungkin ini kutu yang agak besar, hitam di antara kutu-kutu lain di kepala orang yang pernah saya lihat."
KATA-KATA itu diucapkan Sit Fatimah Sitepu, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Medan (Unimed), Sumatera Utara yang saat ini menjadi relawan Rumah Zakat yang membantu pengungsi Rohingya di Kuala Langsa.

Mahasiswi yang biasa dipanggil Sifa ini, ikut menjadi relawan kemanusiaan dari kampusnya di Sumatera Utara. Pengalaman membantu keramas wanita Rohingya, adalah kali pertama dialaminya. Itu pun langsung berurusan dengan kutu-kutu yang ikut migrasi bersama warga Rohingya ke Kuala Langsa.
"Pertama saya semangat karena siapa lagi kalau bukan kita yang bantu mereka. Pas kita mulai bersihkan, tak nyangka sebanyak itu kutunya," ujar Sifa kepada Serambi, Senin (25/5) kemarin.

Kondisi rambut yang gimbal dan kulit kepala yang rata-rata sudah berkerak itu, yang menggerakan hatinya ikut membantu mencuci rambut pengungsi wanita Rohingya tersebut. Meski semula agak canggung, memegang kepala wanita pengungsi, tetapi kemudian tekadnya bulat membantu keramas massal, memburu kutu yang digelar bersama lembaga The International Organization for Migration (IOM), Sabtu (23/5) yang lalu.
Seperti diceritakan Sifa, bisa jadi rambut mereka seperti itu, berkutu, dan kotor karena tak sempat keramas apalagi mandi. Perkembangbiakan yang cepat itulah, terang Sifa, yang menjadikan kepala mereka para wanita ini, seperti sorga bagi kutu-kutu dari Rohingya yang terbawa ke Kuala Langsa.
Satu helai rambut rata-rata dipenuhi dengan telur kutu, cengkraman kaki-kaki kutu itu sangat kuat di antara helai-helai rambut wanita Rohingya.

Saking banyaknya, relawan lain sempat kewalahan saat kutu-kutu itu hinggap dan bergerak cepat merayap di atas tangan-tangan mereka yang membantu keramas. Bahkan ada kami foto kutu- kutu tersebut,'' ujarnya.
Bersama relawan lain, dari IOM, PMI, dan Rumah Zakat, Sifa yang membantu proses keramas itu mengaku, cukup kaget dengan jumlah kutu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Selain kaum wanita, sebanyak 200 orang laki-laki pengungsi Rohingya juga dicukur.
"Tak pernah saya lihat satu helai rambut dipenuhi banyak telur kutu sebanyak itu, dari pangkal hingga ujung rambut, " ujar Sifa.

Proses keramas itu berlangsung beberapa tahap. Pertama para wanita itu keramas memakai shampo, lazim seperti dilakukan banyak orang. Selesai itu, rambut mereka kemudian dibaluri obat untuk membunuh kutu-kutu yang sudah lama berkembang biak di rambut mereka.
"Kita olesi hingga jalur-jalur rambut di kepala mereka. Tunggu sekitar sepuluh menit, baru tahap membuang kutu yang telah mati dengan cara mengurut helai per helai rambut," terang Sifa.
Langkah itu dilakukan agar memudahkan proses keramas dan menata rambut agar kembali menjadi seperti sedia kala, normal bebas gimbal dan kutu-kutu yang mungkin sudah ada di kepala mereka sejak dari kampungnya di Rohingya.
Meski demikian, kata Sifa, tidak semua, wanita Rohingya mau dibersihkan rambutnya. Mungkin, karena malu atau fasilitas keramas yang masih terbuka membuat mereka enggan berkeramas.
"Ada yang mau di kamar mandi tertutup yang kita kawani, tapi ada yang minta sendiri lalu kita kasih obatnya," kata Sifa
Merasa nyaman setelah berkeramas, sebagian dari mereka memanggil kawan-kawan wanita lainnya. Kepada relawan mereka memberi bahasa isyarat agar menunggu wanita Rohingya lain yang akan keramas.
"Awalnya mereka biasa saja, tetapi pas melihat betapa banyak kutu di rambut mereka yang mati terkapar mati di tanah, mereka cukup terkejut, terlihat di rauh wajahnya," ujarnya.

Sebagian wanita Rohingya mungkin tidak mau terlihat terbuka, karena kondisi tempat keramas masih terbuka dan berdampingan dengan tempat keramas laki-laki.
"Kita berfikir juga begitu mungkin bisa dipikirkan nanti ada tempat agak tertutup, agar semua wanita bisa berkeramas dengan nyaman."

Sifa juga manusia, ia masih teringat kutu sebanyak itu yang ia bersihkan seumur hidupnya. Apalagi, saat proses keramas Sabtu lalu, ia baru selesai menjelang jam makan siang.
"Bagaimana ya, agak kebayang-bayang juga sih waktu mau makan siang kemarin. Ini pengalaman mudah-mudahan jadi amal shaleh kita semua membantu meringankan derita saudara kita, " katanya.

Ia pun harus jujur mengaku bahwa keramas kali ini bukan mencuci rambut wanita biasa. Yang dicucinya adalah rambut-rambut yang lama terpapar matahari dan ganasnya ombak Samudera Hindia.
"Mungkin ini kutu yang agak besar, hitam di antara kutu-kutu lain di kepala orang yang pernah saya lihat," kenangnya. (arif ramdan)

Sumber  : tribunnews.com

Tindakan Turki Dan Saudi Untuk Rohingya Bikin Malu Indonesia

Indonesia merupakan negeri yang kental dengan budaya timurnya yang sopan, santun, dan berperikemanusiaan. Bahkan dalam falsafah negara dikenal pada sila ke duanya dengan "kemanusiaan yang adil dan beradab".

Bukti bentuk implementasi dari sila kedua tentang kemanusiaan telihat dari bagaimana rakyat Aceh menyambut kaum muhajirin etnis Rohingya yang terzalimi dan butuh bantuan. Masyarakat pun berbondong-bondong menyambut tamu ujian dari Allah ini dengan menolong dan memberikan kebutuhan mereka.

Imigran etnis Rohingya yang terzalimi merupakan bentuk salah satu ujian dari Allah kepada kita rakyat Indonesia yang 99% muslim agar dapat mengayomi dan menolong saudara seiman.

Etnis Rohingya ini sendiri sudah ditolak oleh beberapa negara untuk menampung mereka seperti Thailand dan Malaysia. Miris kita lihat dimana sekat pembatas negara menjadi suatu sebab keegoisan kita.

Walaupun dunia memuji Aceh dengan segala upaya menolong Rohingya. Ternyata kemanusiaan juga muncul di negeri jauh sana seperti Turki dan Saudi.

Namun, kebijakan yang kemudian di tetapkan di Indonesia telah merobek arti kemanusiaan pada sila kedua dan menyangkal akan makna "ummatan wahidah" (ummat yang satu). Seperti kabar yang kita dapati senin lalu, bahwa TNI akan menghalau etnis Rohingya masuk ke Indonesia.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, Pemerintah Indonesia tak akan membiarkan wilayah lautnya dimasuki kapal-kapal pengungsi Rohingya. Menurut dia, bantuan kemanusiaan tetap akan diberikan kepada pengungsi yang terusir dari Myanmar tersebut, namun tetap melarang mereka masuk apalagi menepi di daratan Indonesia.

"Untuk suku Rohingya, sepanjang dia melintas Selat Malaka, kalau dia ada kesulitan di laut, maka wajib dibantu. Kalau ada sulit air atau makanan kami bantu, karena ini terkait human. Tapi kalau mereka masuki wilayah kita, maka tugas TNI untuk menjaga kedaulatan," ucap Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jumat (15/5/2015).

Moeldoko menuturkan bantuan akan diberikan di tengah laut, sehingga kapal-kapal yang ditumpangi pengungsi Rohingnya tidak perlu memasuki wilayah teritori Indonesia. Patroli yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga akan dikerahkan untuk menjaga wilayah laut Indonesia tetap steril.

Menurut Moeldoko, langkah ini diambil lantaran keberadaan para pengungsi ilegal ini justru menimbulkan persoalan sosial.

"Urus masyarakat Indonesia sendiri saja tidak mudah, jangan lagi dibebani persoalan ini," ucap Moeldoko.

Oleh karenanya TNI AL telah mempersiapkan kapal-kapal militer untuk menghalau datangnya kaum-kaum yang terzalimi itu ke Indonesia.

"Empat kapal perang dan sebuah pesawat berpatroli di pantai Aceh untuk mencegah perahu imigran masuk," kata Kepala Pusat PeneranganTNI Mayor Jenderal Fuad Basya, seperti dilansir The Guardian, Selasa (19/5/2015).

Namun berbeda dengan negara super seperti Turki dan Saudi. Dikabarkan, seperti yang saya kutip dari Eramuslim bahwa Turki telah mempersiapkan kapal-kapal militer AL untuk ikut serta dalam misi penyelamatan etnis Rohingya yang terombang-ambing di laut Andaman.

"Pemerintah telah menginstruksikan kapal militer Turki di wilayah tersebut dan bergabung dengan upaya internasional untuk membantu para pengungsi Rohingya," kata Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (20/5).

Tak hanya itu, relawan dari Turki yang tergabung dalam Non-Governmental Organization (NGO) Asal Turki İnsani Yardım Vakfı (IHH) telah tiba di Aceh untuk memberikan bantuanya terhadap para pengungsi Rohingya yang berada di Aceh.

Sedangkan di Saudi Arabia dengan raja barunya King Salman Bin Abdul Aziz. Dimana 170.000 warga Rohingya diakui dan diizinkan tinggal di negri Saudi.

Pemimpin komunitas Muslim Rohingya di Arab Saudi Abu Al-Shamie Abdulmajid mengatakan mimpi mereka jadi kenyataan untuk bisa menjadi warga yang sah di Arab Saudi.

Menurutnya, hal itu berkat langkah kerajaan Arab Saudi yang mengakui keberadaan warga Rohingya di negara itu.

Diberitakan Saudi Gazette, hari ahad (15/03/2015), Kerajaan Arab Saudi telah memberikan izin tinggal (iqama) kepada 170 ribu pengungsi Muslim Rohingya di negara tersebut. Sementara jutaan penduduk Rohingya lainnya tengah menjalani proses penerimaan iqama.

Media lain, Arab News memberitakan, masih ada sekitar 4 juta warga Rohingya di Saudi kini berhak untuk mendapatkan iqama.

Abdulmajid bahkan mengatakan warga Rohingya telah lebih dari 70 tahun lalu menjadi bagian dari Arab Saudi, setelah kabur dari pembantaian etnis di Myanmar.

Bahkan kini, warga Rohingya bisa bebas bekerja, mendapatkan layanan medis dan menempuh pendidikan di sekolah pemerintah serta hak-hak warga negara lainnya.

Selain Turki dan Saudi, Aceh yang juga bagian dari Indonesia telah memberikan kontribusi yang banyak untuk peristiwa sejarah peradaban ini. Kebaikan rakyat Aceh pun telah diberitakan lintas internasional. Aceh kini telah membuat suatu sejarah dan peradaban baru bagi dunia. Tak hanya Aceh, rakyat Indonesia pun turut berbartisipasi dalam misi kemanusiaan Rohingya.

Dan saya yakin, walaupun mereka sempat ditolak di Thailand dan Malaysia. Rakyat disana juga banyak menaruh rasa iba dan keinginan untuk menolong walaupun terhalang oleh kebijakan pemerintah.

Namun, walau bagaimanapun Indonesia telah dipermalukan oleh Turki dan Saudi. Tatkala Indonesia mempersiapkan kapal-kapal AL untuk menghalau tibanya imigran Rohingya, maka Turki dengan segala persiapan kapal-kapal AL dikerahkan untuk menyelamatkan merka. Tatkala Saudi Arabia telah memberikan izin hidup di negara mereka, Indonesia malah kebingungan dengan hadirnya mereka.

Dengan demikian harus kita akui ketidak berdayaan negara kita jauh dibawah negeri Turki dan Saudi yang kadang kita sendiri sebagai warga Indonesia meledek dan menghina mereka. Dengan kekacauan politik serta sosial di negeri ini, membuat kita sadar betapa begitu akutnya penyakit yang diderita Indonesia.

Sumber :zulfanafdhilla.com

Paus Menyerukan untuk Selamatkan Para Imigran

Paus Fransiskus menyerukan masyarakat internasional untuk menyelamatkan para imigran yang melintasi Teluk Benggala dan laut Andaman, ribuan diantaranya masih terkatung dan kekurangan bahan makanan.
“Saya terus mengikuti dengan rasa khawatir yang mendalam dan rasa sakit di dalam hati saya soal cerita banyak pengungsi di Teluk Benggala dan Laut Andaman,” kata Francis kepada khalayak ramai di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada Minggu (24/5).

Negara-negara Asia Tenggara di Asia Tenggara setelah Muslim Rohingya melarikan diri dari kampung halaman mereka di Myanmar untuk menghindari penganiayaan dan diskriminasi sedang warga Bangladeh nekat menjadi korban perdagangan manusia untuk keluar dari kemiskinan.
Setelah Thailand menindak keras praktek perdagangan manusia dan karena takut pelaku kemudian meninggalkan para korban di terkatung di tengah laut.

Pada Jumat lalu, PBB mengatakan diperkirakan 3.500 warga Rohingya dan Bangladesh terdampar.
Paus mengatakan ia menghargai upaya negara-negara yang telah sepakat untuk menampung orang-orang yang menghadapi “penderitaan berat dan bahaya”. Namun ia tetap mendorong “masyarakat internasional untuk menawarkan mereka bantuan kemanusiaan”.

Pemerintah Malaysia dan Indonesia sepakat untuk menampung para pengungsi yang kini masih berada di tengah laut selama satu tahun lalu secara bertahap akan mengembalikan mereka ke negara asal.
Sementara Thailand tidak melakukan hal serupa, dan hanya akan memberi bantuan obat-obatan dan makanan kepada imigran yang masuk ke perairannya di atas kapal.(Cnn Indonesia) (RDS)

Sumber :Suaratujuh.com

Kapal Pesiar 3.500 Penumpang Kandas di Segitiga Bermuda

Kapal pesiar, The Norwegian Dawn, kandas di dekat kawasan Laut Bermuda pada Selasa sore waktu setempat. Kapal mewah yang tengah berlayar dari Bermuda menuju Boston itu menabrak karang di lepas pantai Bermuda.

Dikutip  dari Daily Mail, Rabu 20 Mei 2015, kapal yang dioperasikan oleh Norwegian Cruise Line ini mendadak kehilangan daya dorong. Saat dilakukan perbaikan, kapal yang mengangkut 3.502 orang --terdiri dari 2.443 penumpang dan 1.059 kru-- itu, menabrak karang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 5 sore.
Norwegian Cruise Line menyatakan kapal nahas itu mengalami kerusakan sistim kemudi sesaat setelah berangkat dari Bermuda. Oleh karena itu kapal berlayar dengan jarak tak terlalu jauh dari patai. Saat itulah kapal berbobot 92 ton itu tersangkut karang. Kapal itu terjebak sampai air pasang.
"Penggerak kapal mengalami masalah, dan saat itu kapal mengalami kontak dengan dasar pantai," demikian pernyataan Norwegian Cruise Line. "Semua tamu dan kru selamat."

Salah satu penumpang, Rachel Hansen, mengaku mengalami hentakan yang luar biasa saat makan bersama keluarga di ruang makan kapal. Remaja 19 tahun dari Londonderry, New Hampshire, itu mengatakan kapten kapal segera memberi tahu situasi itu.

Hansen dan keluarga kemudian pergi ke luar ruang makan. Mereka melihat tumpukan lumpur di bagian haluan kapal. Menurut Hansen, sang kapten mengumumkan bahwa pintu kapal di lantai bawah telah disegel dan tamu tidak diperbolehkan turun.

Penumpang yang berada di dek ke empat, termasuk keluarga Hansen, diminta untuk mengeluarkan harta benda mereka dari kapar. Dek empat itu merupakan bagian terendah dari 11 dek untuk penumpang.
Beruntung, bantuan datang pada Rabu pukul 8 pagi. Dua tug boat merapat ke The Norwegian Dawn. Tug boat itu kemudian menarik kapal pesiar itu. Selain itu, delapan kapal kecil juga bersiaga di sekitar The Norwegian Dawn.

Sumber : Dream dan Daily Mail

7 Tumbuhan Yang Mirip Organ Vital Manusia


Kalau kamu lihat tumbuhan-tumbuhan ini pasti kamu bakal senyum-senyum sendiri.
Brilio.net - Tumbuhan yang mirip alat vital cowok dan cewek ini lebih menjurus ke Pareidolia. Seperti yang dilansir brilio.net, Jumat (10/4) dari National Geographic, pareidolia secara umum bisa diterjemahkan sebagai sebuah fenomena ketika melihat pola dari objek-objek nan acak.

Fenomena ini ditentukan oleh dorongan psikologis yang mengibaratkan suatu benda terlihat seperti obyek lain. Sebagian ahli mengatakan, pareidolia menghasilkan delusi yang melibatkan indra, dalam kebanyakan kasus adalah indra penglihatan.

Fenomena psikologis ini juga muncul menjadi topik perdebatan di dunia tumbuh-tumbuhan. Ada beberapa bentuk bunga, buah atau juga bagian dari tumbuhan yang ternyata dapat disalahartikan karena mirip dengan organ-organ vital pria dan wanita. Ada yang mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuk, namun ada pula yang akan mengatakan bahwa memang ada kemiripan dari segi bentuknya secara sekilas.

Penasaran? Beikut bentuk-bentuk tumbuhan yang mirip organ vital manusia, seperti dilansir brilio.net dari berbagai sumber:

1. A New Species of Carnivorous Pitcher Plant (Carnivorous Penis Plant)

Sebuah spesies baru tanaman pitcher Carnivorous telah ditemukan di pegunungan Cardamom terpencil Kamboja. Tanaman karnivora adalah tanaman yang mendapatkan sebagian besar nutrisi mereka tidak dari sinar matahari tapi dari menjebak dan memakan binatang atau serangga.

Menurut The Cambodia Express News, tanaman yang disebut juga dengan Pong Kdor Moha Tep ini dapat diterjemahkan sebagai tanaman penis yang sudah disunat. Karena menurut orang yang menemukan species ini bentuknya sangat mirip dengan alat kelamin pria. Bagaimana menurut kamu?

2. Echinopsis lageniformis forma mostruosa inermis
Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan dari famili Cactaceae. Salah satu ciri khusus kaktus adalah mempunyai bentuk daun yang menyerupai duri. Tapi ada satu jenis kaktus yang memiliki bentuk unik karena nggak banyak memiliki duri di sekujur tubuhnya seperti halnya yang ditemui pada tumbuhan kaktus pada umumnya.

Kaktus ini sebenarnya merupakan variasi dari kaktus Bolivia. Tanaman ini bisa tumbuh hingga ketinggian 5-8 meter dengan diameter 15-20 cm. Tanamam ini memiliki warna hijau cerah seperti umumnya kaktus. Karena bentuknya yang hampir 'mulus' itu disertai dengan sedikit cekungan di bagian atas, nggak sedikit orang menyebut kaktus jenis ini adalah kaktus penis.

3. Psilocybe cubensis
Psilocybe cubensis adalah salah satu jenis dari jamur yang memiliki senyawa aktif psilocybin dan psilocin. Namun ada salah satu bagian dari keluarga Psilocybe cubensis ini yang sering digunakan sebagai bahan untuk mabuk, nama kerennya adalah Penis Envy.

Memang nggak diketahui kenapa dan siapa yang menyebut tanaman ini dengan nama berawalan penis. Namun pada saat dewasa, ujung dari jamur ini justru menyerupai kepala penis ditambah lagi dengan batangnya yang tidak kurus melainkan besar.

4. Hydnora africana
Hyndora africana adalah salah satu tanaman unik yang tampak di benua Afrika Selatan, tepatnya ditemukan dari daerah pesisir barat Namibia. Bunga yang termasuk parasit ini selain dikenal karena baunya yang busuk juga karena bentuknya apabila masih dalam keadaan menguncup akan terlihat seperti vagina. Bunga ini mengeluarkan bau-bauan yang busuk itu berfungsi sebagai penarik perhatian serangga-serangga khusus untuk masuk ke dalam celah yang terbuka selama 3 hari tersebut.

5. Poppy
Dari namanya aja udah terkesan kalau tanaman ini feminin. Namun, tanaman yang memiliki bentuk mirip dengan kemaluan wanita ini ternyata masuk dalam kategori tumbuhan karnivora. Tanaman yang dijuluki dengan nama Poppy ini terdapat beberapa macam warna, bentuk dan ukuran, namun kesemuanya memang mirip dengan vagina wanita.

6. Myrtillocactus geometrizans
Myrtillocactus geometrizans adalah salah satu dari beragam jenis kaktus di dunia ini. Tanaman ini tergolong langka dan menjadi incaran para kolektor saja. Yang menjadikan Myrtillocactus geometrizans dikatakan memunculkan sisi pareidolia dengan sisi organ manusia adalah benjolan di sekeliling tubuhnya apabila dilihat dan diimajinasikan mirip dengan payudara. Oleh karenanya, nama vernacular Inggris untuk tanaman ini adalah Breast Cactus atau Titty Cactus.

7. Loofah
Buah unik ini adalah buah Loofah berasal dari Vietnam. Bentuknya mirip sekali dengan payudara wanita.
Buah Loofah berwarna pink, bentuknya memanjang dengan bagian bawah membesar yang secara unik menyerupai bentuk seperti puting wanita. Tidak perlu diperhatikan secara seksama karena begitu kamu memandang buah ini pikiran kamu pasti akan menyimpulkan buah Loofah ini mirip dengan payudara wanita.

Mungkin ini adalah jenis buah yang agak porno di dunia, tanaman unik ini tumbuh di Vietnam dan masyarakat setempat menyebutnya sebagai buah loofah. Ya nggak bermaksud buat menonjolkan porno tapi hanya lebih mengungkapkan bahwa ternyata ada lho buah unik yang menyerupai payudara. Selebihnya silakan kamu menilai sendiri, ini tumbuhan hoax atau asli ya?

Sumber : Brilio.net

Orangutan Betina Tewas Diperkosa

Orangutan betina bernama Sari (15), koleksi Kebun Binatang Kandi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, tewas usai diperkosa dua pejantan yang sedang berahi. Sari diketahui sedang mengandung anak kedua.

"Akibatnya Sari yang sedang mengandung anak kedua menjadi korban, dan kondisi terakhir patah tulang sehingga tidak dapat diselamatkan," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) Margo Utomo kepada wartawan di Padang baru-baru ini.

Sementara itu, Koordinator Keanekaragaman Hayati BKSDA Sumbar Rusdian Ritongga mengatakan, di kebun binatang itu ada empat satwa orangutan. Saat kejadian, Sari dikarantina di salah satu kandang kecil yang terdapat di kandang orangutan tersebut. Namun, pada saat kejadian, salah satu orangutan jantan mengamuk karena birahinya naik.

"Sesuai prosedur orangutan yang sedang bunting tidak dipertemukan dengan yang jantan, tapi kejadian ini di luar perkiraan, karena jantan mengamuk, lalu dianiaya seperti pemerkosaan," ujarnya.

Akibat peristiwa ini, BKSDA Sumbar akan mengevaluasi secara menyeluruh dan mengecek kelayakan kebun binatang tersebut.

"Ini dilakukan untuk memastikan apakah kebun binatang tersebut telah memenuhi semua syarat dan fasilitas, jika tidak terpenuhi yang paling ekstrem dapat dicabut izinnya," kata Margo Utomo.

Sumber : Merdeka.com

Misteri Pasar Bubrah Merapi

Di balik keindahan gunung-gunung di Indonesia, pasti menyimpan kisah misteri di dalamnya. Seperti kisah misteri yang menyelimuti Gunung Merapi.

Di gunung berapi teraktif di Indonesia ini, ada satu lokasi yang dikenal mistis, yakni Pasar Bubrah. Jaraknya yang hanya satu kilometer sebelum puncak, menjadikan tempat ini sebagai favorit bagi para pendaki untuk bermalam. Mereka biasanya bermalam sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak atau sekadar menungu matahari terbit esok hari.
Tak jarang orang yang bermalam di Pasar Bubrah mengalami hal mistis, seperti mendengar suara-suara orang bertransaksi atau mendengar suara gamelan di malam hari. Bahkan, ada yang pernah melihat penampakan di tempat ini. "Pasar brubah itu ramai sekali seperti pasar pada umumnya. Sebetulnya batu-batu di pasar bubrah adalah warung-warung," kata Hengki Sarumaha, seorang pendaki.

Dia menjelaskan bahwa mereka yang tak kasat mata memang sedang melakukan transaksi layaknya yang terjadi di pasar pada umumnya. Untuk menjaga ketertiban di tempat ini ada penjaga yang yang berjaga di sekeliling pasar.
Secara ilmiah, kawasan ini merupakan tempat pertemuan angin dari dua arah berbeda. Hembusan angin yang cukup kencang dan saling bertemu menimbulkan desiran cukup kencang. Riuhnya desiran angin inilah yang suara menyerupai aktivitas perdagangan di pasar.

Pesannya untuk setiap pendaki adalah selalu berfikiran positif agar tidak mengalami gangguan dalam pendakian. Karena jika kamu meremehkan atau berfikiran negatif maka ada saja yang akan mengganggu kamu.
Sumber : Brilio.net

Keberanian Lahar menantang Maut di Kawah Merapi Demi Mengevakuasi Korban

Jasad Eri Yunanto (21) akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR dari kawah Gunung Merapi dan dibawa turun dari puncak Merapi pada Selasa (19/5) siang, untuk selanjutnya dimakamkan. Kesuksesan proses evakuasi tersebut tak lepas dari peran tim SAR yang sigap dan tanggap merespons informasi, serta tangguh menghadapi medan yang sulit dan berbahaya.
Salah satu anggota tim SAR yang berjuang mengangkat jasad Eri adalah Bakat Setiawan atau biasa dipanggil Lahar. Dialah sosok fenomenal yang berani menantang maut dengan turun ke kawah Merapi.

Pada Minggu malam (17/5), Lahar naik ke puncak Merapi dan mulai turun ke kawah keesokan harinya, Senin (18/5) pukul 10.00 WIB. Menuruni tebing kawah Merapi bukanlah yang hal baru bagi Lahar. Sebelumnya, dia pernah dua kali turun ke kawah Merapi untuk pemetaan kawasan rawan bencana.
Sebelum menuruni kawah Merapi, Lahar telah mempersiapkan segala sesuatunya, terutama mental. "Resiko terburuk adalah tim evakuasi justru yang bakal dievakuasi," ujarnya.

Sekitar pukul 10 pagi, Lahar baru bisa turun ke kawah setelah menunggu posisi matahari tegak lurus dengan kawah. Hal ini dimaksudkan agar gas sulfatara terbakar sinar matahari. Dipandu tim Thermal Camp, Lahar kemudian mulai menuruni tebing kawah.

Sebelum melakukan proses evakuasi, Lahar harus memastikan dirinya benar-benar aman. Jika salah memijak permukaan, maka hembusan gas sulfatara yang sangat beracun akan terhirup olehnya. Belum lagi suhu terpanas dalam kawah tersebut yang mencapai 140 derajat celcius, menambah risiko yang bakal dia hadapi.

Alih-alih menggunakan pakaian pengamanan lengkap, Lahar justru tak memakai baju dan sepatu tahan panas dan hanya memakai masker full face. Dia enggan memakai baju dan sepatu tahan panas karena dinilai tidak nyaman. Selain itu, sepatu tahan panas justru membuat pergerakannya kurang leluasa. Padahal, tim butuh bergerak cepat dan tepat.
Untuk mengantisipasi gas sulfatara, Lahar telah mempersiapkan tabung oksigen seberat 10 kg dengan daya tahan selama 1,5 jam. Tabung oksigen tersebut dia gunakan karena pada saat itu kabut mulai turun sehingga sangat sulit untuk bernapas.

Pada pukul 11.30 WIB, Lahar berhasil menyentuh jasad korban dan operasi evakuasi diperpanjang sampai sore. "Alhamdulilah berkat bantuan tim supporting 5 rescuer dari SAR DIY yaitu Endro, Andry Suzanto, Rahmad Diyono, Ridho, dan Mukhsin, Lahar bisa mengangkat korban secara vertikal," tulis seorang saksi mata dalam akun Facebook.

Menurut perhitungan Lahar, tidak mungkin turun kedua kali ke kawah. Maka setelah menyentuh jasad Eri, korban kemudian langsung diangkat sampai naik ke titik aman (50 meter dari dasar kawah) menggunakan tali. Di titik aman itu, tali yang dipakai untuk mengerek korban dikunci, kemudian tim naik dan memutuskan untuk dilanjut esok harinya, Selasa (19/5).

Sumber : Brilio.net

Manusia Terbang Tertangkap Kamera Penumpang Pesawat


Sebuah foto menjadi bukti peristiwa misterius pada 13 Juni 2014 lalu, pilot dan penumpang Airbus 320 geger lantaran melihat manusia terbang.

Sebuah akun Video Youtube dengan nama OMG News mengupas kembali peristiwa ini.
Video paparan peristiwa ini diunggah pada 22 Februari 2015 dan pada Rabu 20 Mei 2015 sudah ditonton sebanyak 162.174 kali.

Akun tersebut melansir berita Daily Mail yang mengungkapkan bahwa pada bulan Juni 2014 muncul fenomena manusia terbang yang terjadi di langit sebelah utara Inggris.
Pasca peristiwa tersebut Otoritas Penerbangan Inggris, The Airprox Board pun mengaku belum bisa menguak misteri tersebut.

Pada saat itu sosok manusia terbang melintas di jendela pesawat pada ketinggian 3.500 kaki. Manusia terbang tersebut hanya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari pesawat.

Pilot hanya bisa tercengang ketika menyaksikan pria tersebut melesat dan mendahului pesawat. Ketika itu pesawat sudah akan mendarat di Bandara Manchester dan kontan sisi pesawat Airbus 320 geger menyaksikan sosok yang terbang di sisi kiri pesawat.
Ini foto manusia terbang yang gegerkan pilot dan penumpang, foto capture dari Video Youtube:
Sejauh ini pemeriksaan telah dilakukan dan tak muncul tanda-tanda di radar seperti parasut, paraglider maupun balon udara yang melintas di dekat pesawat. Penyelidik Airprox menyebut peristiwa ini menjadi fenomena yang sulit untuk dibuktikan kebenarannya.

Sumber : tribunmanado/robertus rimawan)


Bercinta Diatas Motor Dijalan Raya, Pasangan ini Ditangkap Polisi


NEW DELHI, — Kepolisian Goa, India, tengah mengejar pasangan kekasih yang bercinta di atas sepeda motor sambil melaju di jalan raya di daerah yang populer akan wisatanya itu.

Pengejaran dilakukan polisi setelah foto pasangan kekasih itu menyebar luas di dunia maya. Dalam foto itu terlihat seorang pria yang hanya mengenakan t-shirt dan kaus kaki putih.
Selain itu, terlihat sepasang kaki seorang perempuan menjepit pinggang pria tersebut.

"Bercinta sambil mengendarai sepeda motor... tak seorang pun akan menghentikan kalian. Inilah Goa... Pertunjukan seks di siang bolong ini terjadi di jembatan Mandovi pada Minggu siang," demikian keterangan foto yang diunggah ke akun Facebook milik anggota parlemen setempat, Vishnu Surya Wagh.

"Tak ada satu pun polisi yang menghentikan mereka. Seorang pejalan kaki kebetulan mengambil foto ini. Apa komentar Anda?" lanjut Surya Wagh.

Setelah foto itu menyebar luas di internet, barulah polisi melakukan pencarian pemilik sepeda motor itu. Ternyata sepeda motor tersebut milik sebuah perusahaan yang menyewakan sepeda motor itu kepada sepasang kekasih asal negara bagian Madhya Pradesh.

Setelah melakukan pencarian, polisi menemukan pasangan itu. Mereka kemudian mengakui perbuatan tak senonoh itu. Kepolisian Goa akhirnya menjatuhkan denda sebesar 1.000 rupee atau sekitar Rp 200.000 untuk pasangan tersebut.

Sumber : KOMPAS.com

Dengan Pelepah Pisang Narapidana Kabur dari Nusakambangan


"Dari atas bukit saya lihat air laut sedang turun. Tapi ke selat. Kalau kami menyeberang bakal terbawa arus," kata Timong bercerita bagaimana saat itu dia bisa menyeberang ke daratan Cilacap untuk bisa kabur dari penjara Nusa Kambangan, 33 tahun lalu itu. Sebelum menyeberang laut, dia menunggu air pasang karena saat itu arus air laut menuju pantai Cilacap.

Dia bercerita, Timong, Budi, Amri dan Tasman mempersiapkan alat untuk menyeberang Laut Cilacap. Berbekal mandau dibuat Timong, ke empat sahabat itu lantas membuat rakit dari pelepah pisang dan batang pohon waru. Malam ketika air pasang, keempat narapidana itu mulai menyeberangi lautan. Mereka bergandengan tangan sambil mendorong rakit untuk berenang hingga menuju daratan.
Namun sayang, dalam penyeberangan itu Tasman terbawa arus. Tangannya tak bisa menggapai Timong. Dia hilang hingga saat ini tak diketahui nasibnya. "Sampai sekarang saya tidak tahu keberadaan Tasman," katanya mengenang.

Penyeberangan malam itu mengantarkan Timong, Budi dan Amri menuju Segara Anakan, sebuah pulau kecil di antara Pulau Nusakambangan dengan daratan Cilacap. Timong masih ingat betul kejadian malam itu. Dia mengingat saat berada di Segera Anakan ada patroli tentara mencarinya. Budi berteriak. Peluru senapan pun ditembakan bertubi-tubi.

Namun mereka berhasil selamat karena tentara yang mencari para narapidana itu salah tembak. Tentara itu menembaki hutan mangrove di sekitar Segera Anakan. "Karena suaranya bergeming, mereka salah tembak," kata Timong.

Pelarian malam itu kian mencekam, buntutnya ketiga sahabat itu harus berada di dalam air dalam waktu lama. Mereka terpaksa menyelam di laut untuk menghindari patroli. Kejadian itu mengantarkan mereka menuju laut dangkal. Tempat itu juga dijadikan nelayan untuk menaruh perangkap ikan. Selama dua hari mereka di dalam laut, akhirnya sampai juga menjajaki lautan berkat keramba milik nelayan.

Timong mengukur kedalaman laut menggunakan bambu. Laut dangkal itu diingat Timong hanya sebatas leher. Timong, Budi dan Amri berjalan kiloan meter untuk sampai ke daratan. Saban ada patroli, mereka menyelam selama 15 menit di dalam air. Rupanya perjalanan itu membuahkan hasil, ketiganya selamat menuju daratan di Kali Muncang, Cilacap. "Saya menyeberangi laut dalamnya seleher," tutur Timong.

Namun sayang, pelarian itu harus berakhir ketika Budi dan Amri diberi makan oleh warga. Rupanya, warga melaporkan gelagat mereka seperti narapidana disebut-sebut melarikan diri dari Nusakambangan. "Dulu ada hadiah bagi warga yang melihat dan melaporkan narapidana yang lari dari Nusakambangan. Kalau enggak salah hadiahnya uang Rp 10 ribu sama beras," ujarnya.

Dari hasil pengepungan, akhirnya mereka ditangkap. Mereka tak ditembak mati, namun ketiganya dijebloskan kembali ke Penjara Nusakambangan. Hingga saat ini saksi hidup pelarian itu hanya tinggal Timong dan Budi. Timong berada di Jakarta sedangkan Budi tinggal dan usaha di Pekalongan, Jawa Tengah.
"Amri sudah meninggal, tinggal saya dengan Budi," kata Timong.

Sumber : Merdeka.com

Video "Gila" TKI Rugikan Indonesia

Video sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) saling menghujat dan pamer 'kesenangan' yang tersebar luas di media sosial semakin mengarah pada tindakan arogan dengan aksi menghancurkan telepon seluler dan laptop, yang beberapa di antaranya sambil minum minuman keras.

Berdasarkan pantauan Antara, Jumat, aksi tak bermoral itu diunggah TKI di Taiwan, Hongkong, Korea Selatan dan Malaysia dalam laman facebook dan lainnya, yang diawali dengan video sejumlah lelaki yang mengaku 'senang' ditinggal istri-istri mereka bekerja sebagai TKW.
Video tersebut kemudian mendapat tanggapan dari beberapa TKW di Taiwan yang mengatakan, mereka 'senang' bisa menikmati segala fasilitas mewah.
"Kamu pikir nggak enak hidup di Taiwan ini? Kalian pikir kita kerjanya bersih-bersih toilet? Tidak, kami hidup senang, gaji tinggi, Facebook-an jalan terus. Enak," kata tiga TKW di Taiwan dalam salah satu video tersebut.

Video semacam itu kemudian berkembang dan mengarah pada aksi perusakan barang-barang berharga milik mereka.
Dalam aksinya, mereka menunjukkan bahwa mereka hidup senang di rantau, punya tatto, bisa beli rokok mahal, sambil minum minuman keras hingga menghancurkan sejumlah barang yang masih berguna seperti hp dan laptop.

Aksi mereka bisa dikatakan 'edan' karena dilakukan dengan penuh canda dan tawa, dan setelah menghancurkan barang-barang tersebut mereka mengaku puas dan senang.
Dalam video tersebut diperlihatkan bagaimana mereka membanting, menginjak, mematahkan dan memukul hingga hancur barang-barang elektronik tersebut dengan sebuah martil maupun barbel besi.
Bahkan mereka dengan 'bangga' menyatakan masih memiliki banyak barang elektronika yang nantinya akan diberikan kepada para tetangga dan fakir miskin di kampung halamannya.
Aksi-aksi mereka tersebut telah menjadi sorotan masyarakat yang umumnya menyesalkan hal seperti itu dipertontonkan.
Seorang TKI di Malaysia, Aisy Laztatie mengomentari video ini, "Lama-lama kok seperti sakit mental mereka ini".
Senada disampaikan Miftahul Rohman, yang juga bekerja di Malaysia yang menyebutkan bahwa "Banyak tema yang bagus diambil. Pendidikan untuk TKI juga salah satunya, "seng wes berumur ae semngat bljr..seng enom malah mung nutuki laptop".
Masih banyak komentar lainnya yang intinya menyayangkan video tersebut.
Merugikan Indonesia
Menanggapi beredarnya video tersebut, Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Ari Purbayanto mengatakan sangat menyesalkannya dan pemerintah harus memberikan perhatian atas kasus tersebut.
"Video seperti itu, jika terus dibiarkan maka akan sangat merugikan Indonesia di mata internasional," ucapnya.
Menurut dia, pendidikan moral dan etika harus ada dan ditanamkan kepada TKI terutama sebelum mereka diberangkatkan ke luar negeri.
"Pendidikan moral dan etika sangat penting untuk ditanamkan kepada mereka demi menjaga nama baik bangsa dan negara di mata internasional," ucapnya.

Sementara itu, menurut dia, harus diakui, para TKI tersebut, banyak yang berpendidikan rendah seperti hanya setingkat sd ataupun smp bahkan pula mereka tidak mendapatkan pendidikan budi pekerti yang cukup baik di sekolah maupun di rumah.
Untuk itu, kata dia, peran orang tua dan guru adalah sangat penting untuk membina moralitas anak muridnya.
"Kita perlu tenaga guru-guru yang memiliki dedikasi dan moralitas tinggi tersebut," katanya mengungkapkan. [mad/ant]

Sumber : Skalanews

Siswi SMP Kepergok Sekamar Dengan Cowok

PAMEKASAN – Tiga wanita, dua di antaranya masih siswa SMP tepergok berada dalam kamar kos pria di kamar berbeda, di rumah kos di Jl Pramuka, Pamekasan, Madura, Kamis (19/3/2015) malam.
Ketiga wanita yang terjaring operasi gabungan Satpol PP, Polres Pamekasan dan Kodim 0826 itu adalah Diah Gerhana Sari (32), warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.
Sedangkan yang masih SMP kelas II berinisial Elv (15), tinggal di Perumnas Nyalabu Permai dan Fbr (16), warga Jl Raya Sarangan, Magetan.

Sementara, kedua pria penghuni rumah kos yang sudah diketahui identitasnya melarikan diri.
Sedangkan pemilik rumah kos masih akan dimintai keterangan karena membiarkan penghuni kos pria menerima tamu wanita di dalam kamar dengan kondisi pintu kamar ditutup.
Ketiga wanita itu diciduk tim gabungan dan diamankan di Kantor Satpol PP Pamekasan karena dicurigai melakukan perbuatan asusila.

Mereka didapati berada di kamar kos pria di kamar berbeda dengan kondisinya awut-awutan seperti usai mandi.
Kepada SURYA, Elv mengaku di kamar kos mengunjungi teman prianya sejak sore hari dan terpaksa pintu kamarnya ditutup karena khawatir ketahuan orang jika dirinya berduaan di dalam kamar.
Semula Elv berdalih, saat itu ibunya berada di Bangkalan dan ayahnya berada di Papua. Tapi setelah didesak, ternyata ibunya berada di rumah dan datang menjemput.
“Kamu sukanya membuat orangtua malu dan marah. Teganya kamu berbohong,” bentak ibunya kepada Elv.
Sedang Fbr mengaku baru 3 hari di Pamekasan dan sudah melayani tiga lelaki dengan tarif Rp 250.000 sekali kencan.
“Saya ke Pamekasan diajak teman untuk tinggal di tempat kos itu selama seminggu ke depan. Tapi karena saya ditangkap, besok saya mau kembali ke Magetan,” katanya.
“Kami akan kirim surat panggilan kepada pemilik rumah kos ini. Kenapa rumah kos itu bebas bagi pria dan wanita bukan suami istri berada dalam kamar,” kata Kepala Satpol PP Pamekasan, Didik Hariadi.

Sumber : SURYA.CO.ID

Sang Ayah Panik Melihat Anaknya Yang Berjilbab Jadi Norak

MALANG - Kasiadi, warga Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, merasa panik sejak putri bungsunya, Fitriatus Soliha (18), kabur tanpa sepengetahuannya sejak 2 Februari 2015 lalu.
Belakangan dia mendengar informasi bahwa anak keempatnya itu sudah berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
"Infonya kerja di perkebunan kelapa sawit," ujar Kasiadi ketika ditemui SURYA di rumah Kepala Desa Gedangan, Liana, Jumat (20/3/2015) sore.

Namun kebenaran pekerjaan itu juga masih diragukannya. Apalagi dari informasi yang didapat Lutfiah, kakak Fitria, ada perubahan drastis dalam penampilan anak gadisnya.
Ini terlihat ketika ia menampilkan fotonya di akun Facebook-nya. Ia berfoto selfie bergaya bak remaja centil. Mengenakan baju atasan tanpa lengan sehingga terlihat ketiaknya dan memonyongkan mulutnya.
Dandanan itu tergolong saru atau norak bagi standar umum warga Desa Gedangan yang berada di perbukitan kawasan Malang selatan itu.

Foto itu kemudian dicetak kakaknya dan ditunjukkan kepadanya. Makin sedih saja ayah ibunya melihat perubahan anaknya itu.
Apalagi sehari-hari, Pit, panggilan akrabnya itu mengenakan jilbab. "Apa benar kerja di kebun sawit, ya? Tanya sang bapak ragu.

Perihal kepergiannya tak diketahui karena saat itu ia sedang bekerja sebagai buruh serut bambu. Ketika kembali ke rumah, ia kaget anaknya sudah tidak ada. Tak ada satupun barang dibawanya.
Informasi yang diperolehnya, anaknya dijemput seorang perempuan di pertigaan Gedangan. Ada mobil besar sejenis Elf warna abu-abu.

Tiga hari kemudian ia berusaha mencari di timur Pasar Turen karena mendengar informasi, pembawa anaknya bernama Reseweni, warga Tempursari, Kabupaten Lumajang kos di sana.
"Tapi saya datangi, sudah tidak ada. Ternyata ia hanya sehari saja di tempat itu," tutur Kasiadi mengisahkan pencarian anaknya.

Berarti pada 3 Februari 2015, anaknya dan si pembawa anaknya sudah pergi meninggalkan Turen. Pencarian kemudian dilakukan ke Lumajang karena mendapatkan alamat si pembawa anaknya itu.
"Orangtuanya sudah pasrah dan mengaku tidak tahu apa-apa soal kegiatan anaknya. Bahkan sudah pernah ada polisi yang mencarinya," terang Kasiadi.

Keberadaan anaknya diketahui ketika sang anak menelepon dan memberitahu memang berada di Kalimantan. Namun handphone Pit yang hanya protolan kelas dua MA di Kecamatan Bantur itu juga agak sulit dihubungi.

Terakhir mengirim SMS pada 18 Maret 2015 ke ayahnya bahwa minta dikirimi uang. Intinya, yang diinginkan orang yang membawanya adalah uang. "Nilainya Rp 7,5 juta," jelasnya.
Uang itu sangat besar bagi Kasiadi. Karena itu, ia berharap Bupati Malang atau polisi menolongnya untuk mengembalikan anaknya. Sebab uang yang diinginkan itu minta ditransfer. Ia khawatir setelah mengirim uang itu, anaknya tidak kembali karena hanya mengincar uangnya.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Gedangan dan Kades Gedangan. Selain anaknya, Pit, ternyata ada warga lain di desa itu, yaitu Yuskia Wulandari. Keluarganya juga diminta sejumlah uang jika ingin anaknya kembali.

Informasi yang diperoleh SURYA, Pit mendapatkan tawaran bekerja itu dari Facebook. Dengan cara itu, "pemangsa" mudah mendapatkan korbannya, terutama anak muda.
"Ibunya sakit memikirkan anaknya, termasuk perubahannya. Khawatir terjadi apa-apa," pungkasnya.

Sumber : SURYA.co.id

Warga Hancurkan Pos Polisi


KEFAMENANU, Ratusan orang menyerbu dan merusak Pos Polantas Tulip di Jalan Basuki Rachmad, Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat penyerangan itu, sejumlah fasilitas di dalam pos, seperti pagar, televisi, dan peralatan lainnya, rusak berat. Bahkan, satu unit sepeda motor dinas milik polisi lalu lintas dirusak massa. Beruntung, saat kejadian itu, dua anggota polisi yang berada di dalam pos berhasil lari menyelamatkan diri sehingga terhindar dari amukan massa.

Informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com, Jumat (20/3/2015), diketahui aksi penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 10.25 Wita. Kejadian itu bermula ketika satuan lalu lintas Kepolisian Resor TTU menggelar operasi tilang di Jalan Sisingamangaraja.

Saat itu, salah satu pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Martinus Elu (30), warga Desa Kiusili, Kecamatan Bikomi Selatan, melintas dan dipukul oleh salah seorang anggota polisi lalu lintas yang sedang melaksanakan tilang.

Akibat pukulan tersebut, pengendara motor yang adalah tukang ojek itu langsung melarikan diri. Namun, naas, dia menabrak pintu salah satu tempat usaha percetakan dan fotokopi. Martinus mengalami luka parah di bagian kepala dan tak sadarkan diri.

Melihat hal itu, anggota polisi satuan lalu lintas yang melakukan operasi tilang yang berada tidak jauh dari tempat sang ojek terjatuh kemudian membantu mengantar korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu.

Setelah insiden itu, ratusan warga menyerbu Pos Polisi Lalu Lintas Tulip. Anggota Kepolisian Resor TTU dengan menggunakan mobil pengendali massa mendatangi tempat kejadian dan mengamankan empat pelaku perusakan. Sementara itu, banyak warga lainnya yang berhasil melarikan diri.

Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor TTU Ajun Komisaris Polisi Hadi Handoko kepada Kompas.com melalui pesan singkatnya mengatakan, polisi sudah mengamankan sejumlah pelaku dan masih memeriksanya secara intensif.

Sumber : Kompas.com

Nenek Asyani Sakit Tetap Diadili

SITUBONDO - Kasus Nenek Asyani kembali menjadi sorotan media.
Hari ini, nenek Asyani alias Buk Muaris (63), terdakwa kasus pencurian kayu milik Perhutani, ternyata harus menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Situbondo, Kamis (19/03/2019).
Padahal, baru kemarin dia mendapat dukungan Menteri LHK Siti Nurbaya yang mengaku disuruh Presiden Joko Widodo.

Hari ini, Nenek Asyani ternyata harus menghadapi sidang lanjutan untuk mendengarkan pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sebelum sidang dimulai, nenek Asyani tiba di PN Situbondo didampingi penasihat hukumnya, Supriyono.
Nenek Asyani diantar naik mobil warna silver.

Puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik yang sudah menunggu sejak pagi, langsung mendatangi nenek Asyani saat keluar dari mobil.

"Ya, sehat.. Saya harus datang ikut sidang," jawab Asyani kepada sejumlah wartawan.
Meski lisannya mengatakan sehat, ia sebenarnya masih sakit dan memaksakan diri hadir untuk mengikuti proses persidangan.

"Nenek masih puasa dan tubuhnya masih panas," kata penasihat hukumnya.

Sumber : SURYA.co.id

Kakek 80 Tahun Terima Duit Rp 2,4 Miliar

MALANG - Pembayaran ganti untung pembebasan lahan untuk jalan tol Pandaan-Malang di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dilakukan Kamis (19/3/2015) ini.

Warga Cemorokandang yang terdampak proyek jalan tol Pandaan-Malang, kaya mendadak. Warga menerima ganti untung mulai Rp 17 juta sampai Rp 10 miliar.

Salah satunya adalah Kastawi (80), warga RT 6 RW 4 Kelurahan Cemorokandang.
Lahan seluas 2.665 meter persegi milik bapak enam anak itu dibeli seharga Rp 2,4 miliar.

"Uangnya buat beli sawah lagi. Kalau lain-lainya belum tahu," kata Kanipah (47), anak Kastawi yang mengantarkan ke kantor Kelurahan Cemorokandang.

Sumber : SURYA.co.id

Pria Lulusan SD Dibekuk Polisi Karena memproduksi Televisi dari Monitor Bekas

Semarang - Meski hanya pernah mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar, MK (41) warga Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah ternyata handal di bidang elektronik. Namun kehandalannya membuat ia harus berurusan dengan polisi karena memproduksi televisi dari barang bekas dan menjual bebas tanpa izin.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A Liliek Darmanto mengatakan MK ditangkap karena melanggar pasal 120 juncto pasal 53 ayat 1 huruf b Undang-undang RI No 3 tahun 2014 tentang perindustrian karena memproduksi dan mengedarkan barang tidak memenuhi SNI, spesifikasi, dan pedoman tata cara yang diberlakukan secara wajib di bidang industri. Ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 milyar.

"Adapun pasal 106 Undang-undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan karena tidak memiliki izin dan juga melanggar pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 undang-undang RI no.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen," kata Liliek di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Semarang, Selasa (17/3/2015).

Di rumah tersangka, lanjut Liliek, MK membuka usaha reparasi "Haris Elektronik", namun di dalamnya juga untuk memproduksi televisi yang tabung layarnya berasal dari monitor komputer yang tidak terpakai. Tidak tanggung-tanggung, satu hari tersangka dan 8 karyawannya mampu memproduksi 30 sampai 40 unit televisi.

"Satu hari keuntungannya Rp 450 ribu dan satu bulan bisa mencapai Rp 11,7 juta," pungkas Liliek.

Televisi yang diproduksi MK berjenis tabung dengan ukuran 14 inch sampai 17 inch. Ia memperoleh tabung dari pengepul barang bekas elektronik. Kemudian MK membeli casing dan remote yang banyak dijual di pasaran lalu untuk kemasan ia memesan kardus sesuai merek.

"Dia tidak pakai merk terkenal tapi membuat sendiri seperti Veloz, Maxreen, Zener, dan Vitron," pungkas Liliek.

Sumber : Detiknews.com

Jembatan Roboh, Malah Anak-anak Yang Disalahkan

Bupati Lebak Iti Jayabaya cenderung reaktif saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimoeljono dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Anies Baswedan berkunjung ke lokasi jembatan jatuh di kecamatan Sajira, Lebak, Banten.
Bahkan, meski rusaknya jembatan ini mengakibatkan 44 siswa SD jatuh, Iti malah menyalahkan siswa SD sebagai biang keladi peristiwa tersebut. Pernyataan Iti pun diamini oleh beberapa stafnya.

"Rata-rata jembatan gantung semua tidak layak apalagi dipakai bareng-bareng ada motor lagi, anak-anak bercanda-bercanda, lompat-lompatan kalau lewat situ pasti goyang. Makanya lewat satu-satu," ucap Iti ketus di lokasi, Senin (16/3).

Di lain pihak, Menteri Anis menyayangkan kejadian ini. Dia juga menyindir kurangnya inisiatif Pemda Lebak.
"Jembatan seperti ini banyak di daerah-daerah. Makanya perlu inisiatif sedikit saja,"pesan Anis.

Dia pun prihatin atas banyaknya korban dari anak-anak di SDN 1 Pajagan. "Orangtua melepas anak berangkat sekolah bukan untuk menghadapi masalah. Seperti tadi Surdi punggungnya patah masa depannya bisa hilang karena kecelakaan," ucapnya.

Dalam kunjungan ini, Anies bersama Basoeki mengunjungi rumah Surdi salah satu korban jembatan jatuh di Lebak yang diduga mengalami patah punggung.

Seperti diberitakan, Selasa 10 Maret lalu, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sindai, Kecamatan Sajira dan Pasir Eurih, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, roboh. Akibatnya, 45 siswa SD yang sedang menyeberang jatuh ke sungai yang beraliran deras.

"Beruntung musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kasubag Pemberitaan Humas Sekretariat Pemerintahan Kabupaten Lebak Aep Dian Hendriawan kepada wartawan di Lebak, Selasa (10/3).

Sumber : Merdeka.com


Top