ads

Kesehatan

Unik

Teknologi

Kriminal

News

Peristiwa

3 Pengakuan Tersangka Pembunuh Angeline

Dalam kasus kematian Angeline, hanya Agustinus yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuh bocah delapan tahun itu. Selama pemeriksaan berlangsung, ia semula mengaku sebagai pelaku yang menyebabkan Angeline tewas. Namun belakangan, Agustinus mengubah kesaksiannya dengan menyatakan Margriet Christina Megawe adalah pembunuh sebenarnya.

Heri menjelaskan, Agustinus alias Agus menjalani tes kebohongan yang diselenggarakan Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Republik Indonesia. Ia berujar, jawaban menunjukkan sebagian besar Agus berkata benar. Meski begitu, Heri enggan merincikan pertanyaan yang diajukan kepada pria yang pernah bekerja di rumah ibu angkat Angeline itu.

Pekan lalu, Agus membeberkan sejumlah pegakuan mengejutkan. Setidaknya ada 3 pengakuan yang menjadikan Margriet semakin terpojok dengan kematian Angeline:


1. Tuding Margriet Pembunuh

Dalam keterangan tambahannya pada Rabu, 17 Juni 2015, Agus mengaku bahwa Margriet yang membunuh anak angkatnya itu. "Waktu kejadian, M (Margriet) memanggil AG (Agus) untuk datang ke kamarnya dan mengaku ia membunuh Angeline," ujar pengacara Agus, Haposan Sihombing, kepada Tempo, Kamis, 18 Juni 2015.

Keterangan Agus kali ini memang berbeda dengan keterangan sebelumnya pada 10 Juni 2015, atau persis ketika Angline ditemukan membusuk di pekarangan rumah Margriet. Meski begitu, sejauh ini polisi masih menetapkan Agus sebagai tersangka pembunuh Angeline dengan sangkaan membunuh dan memperkosa.

Pengacara Margriet, Hotma Sitompoel, dalam sejumlah kesempatan membantah bahwa kliennya terlibat dalam kematian Angeline. Hotma berujar, keterangan Agustinus tak berdasarkan fakta. "Saya tak paham mengapa keterangan Agustinus dipertimbangkan meski tidak ada dukungan bukti," kata Hotma saat dihubungi, Selasa, 23 Juni 2015.

2. Angeline Tewas di Kamar Margriet

Agustinus mengaku bahwa pembunuhan Angeline terjadi pada 16 Mei 2015. Sekitar pukul 09.30 Wita, Agus mendengar teriakan Angeline dari kamar Margriet. Agus mendengar teriakan Angeline, "‘Mama, lepaskan aku’," kata pengacara Agus, Haposan Sihombing, menirukan cerita kliennya. Teriakan itu hanya berlangsung sekali tapi terdengar sangat keras.

Saat itu, menurut Haposan, Agus berada di kamarnya. Lantas, beberapa saat setelah teriakan Angeline, Margriet memanggilnya. Agus kemudian masuk ke kamar Margriet. Di dalam kamar itu, Agus melihat Angeline sudah dalam keadaan sekarat dengan posisi telentang. tubuh Angeline banyak yang membiru. Bahkan kepalanya terlihat berdarah.

Hotma menyangkal tudingan Agus. Menurut Hotma, cerita sebenarnya, Agus meminjam pensil ke Angeline untuk membuat surat yang akan dikirimkan kepada keluarga di Sumba. Sekitar 30 menit kemudian, Angeline mendatangi Agus untuk meminta pensil itu.

Agus mengembalikannya. Saat akan keluar kamar Agus, Angeline berkata, "Kata Ibu (Margriet) 'kerja kamu enggak becus' kepada Agus. Akibatnya, Hotma berujar, Agus naik pitam. Agus lalu memukuli Angeline dan membenturkan kepalanya ke tembok sampai tewas. "Tidak ada kejadian di kamar Margreit," kata Hotma.

3. Kubur Kaos Bersama Angeline

Ternyata sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi dalam lubang tempat Angeline dikubur tidak hanya sprei dan boneka, namun terdapat juga baju kaus dan celana panjang yang sedang dikenakan Agus. Pengacara Agus, Haposan Sihombing mengungkap saat itu Agus dipanggil oleh Margriet yang berada di dalam rumah.

Di dalam kamar, tubuh Angeline sudah sekarat. Margriet kemudian memerintahkan pemuda asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Tmur, itu untuk melepaskan baju kaus yang sedang dia pakai. Berdasarkan pengakuan Agus, kata Haposan, Margriet memerintahkan Agus menguburkan kaus dan celana yang sedang dipakainya itu bersama tubuh Angeline dalam satu liang lahat.

Pengacara Margriet, Hotma Sitompoel, tentu saja membantah tudingan Agustinus yang menyebut ibu angkat Angeline itu memerintahkannya mengubur kaus dan celana yang sedang dipakainya bersama jenazah Angeline. "Itu keterangan absurd," kata Hotma.

Sumber : Tribunnews.com

Kapolda Yakin Kasus Kematian Angeline Segera Terungkap


"Kemarin saya memimpin gelar perkara dalam rangka memberikan semangat pada tim penyidik. Tak lama lagi kasus ini akan selesai dengan data akurat, ilmiah. Sehingga tidak terbantahkan di pengadilan nanti," kata Ronny saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (23/6/2015).

Kapolda menjelaskan kasus dugaan pembunuhan dengan tersangka Agustinus Tae berada di ranah Polresta Denpasar. Kapolresta Denpasar Kombes Pol AA Made Sudana memimpin langsung proses penyidikan. Namun tim dari Polda Bali tetap membantu.

Sementara kasus penelantaran anak yang mengakibatkan kematian Angeline berada di tangan Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali. Ibu angkat korban, Margriet, menjadi tersanga dalam kasus tersebut.

Kapolda menjelaskan gelar perkara menunjukkan proses penyidikan menemukan banyak kemajuan sejak jenazah ditemukan pada 10 Juni 2015. Salah satu perkembangannya yaitu keterangan tersangka Agustinus yang menyebutkan ada orang lain terlibat dalam kematian Angeline.

Penyidik menganalisis keterangan itu dengan mengumpulkan bukti-bukti yang sah. Penambahan bukti pun didapat dari olah tempat kejadian perkara dan prarekonstruksi.

Namun, Kapolda tak menyebutkan identitas dan kapan tersangka baru akan dipublikasi. "Ini masih terus kita lakukan pengumpulan bukti-bukti yang akan menjadi alat bukti yang sah," ujarnya.

Sumber : Tribunnews.com

Presiden Obama Adakan Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

WASHINGTON DC — Presiden AS Barack Obama, Senin (22/6/2015) malam waktu setempat, menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah umat Muslim AS di Gedung Putih sebagai bagian penghormatan terhadap bulan suci Ramadhan.

Dalam acara itu, Presiden Obama mengatakan, seluruh rakyat Amerika Serikat harus berdiri bersama untuk menolak diskriminasi untuk setiap pemeluk agama atau kelompok etnis.

"Kita memastikan apa pun kepercayaan yang kita peluk, kita semua adalah satu saudara," kata Obama dalam acara yang dihadiri 40 staf diplomatik dan sejumlah anggota Kongres.

Dalam acara itu, Obama juga menerima beberapa orang muda yang menjadi tamu acara buka puasa tersebut. Salah satunya adalah Samantha Elauf, yang maju ke Mahkamah Agung untuk membela haknya mengenakan hijab.

Pada 2008, Samantha baru berusia 17 tahun ketika dia ditolak bekerja sebagai tenaga pemasaran di toko Abercrombie Kids di Tulsa, Oklahoma, hanya karena mengenakan hijab saat wawancara kerja.

"Dia memiliki tekad untuk membela haknya mengenakan hijab. Dia ingin mendapatkan kesempatan yang sama dengan orang lain. Dia pergi ke Mahkamah Agung, yang bahkan tidak saya lakukan saat saya seusia dia, dan hebatnya dia menang," ujar Obama memuji Samantha.

Obama lalu membicarakan tiga pemuda Muslim yang tewas dibunuh pada 10 Februari lalu di Chapel Hill, Carolina Utara, dan sembilan warga kulit hitam yang tewas dalam penembakan di Charleston.

"Sebagai bangsa Amerika, kami menegaskan bahwa tak seorang pun harus menjadi korban akibat siapa mereka, seperti apa tampang mereka, siapa yang mereka cintai, atau siapa yang mereka sembah. Kita berdiri bersama melawan aksi-aksi penuh kebencian itu," ujar Obama.

Sumber : KOMPAS.com

Venus Punya Gunung Berapi Aktif

Telah lama ilmuwan meyakini bahwa Venus memiliki gunung berapi yang masih aktif. Menganalisis data yang dikumpulkan oleh wahana Venus Express, ilmuwan kini membuktikan bahwa planet kedua terdekat dari Matahari itu memang punya gunung semacam Merapi atau Sinabung.

"Kami telah melihat sejumlah peristiwa di mana spot-spot di permukaan Venus tiba-tiba memanas dan mendingin," kata Eugene Shalygin dari Max Planck Institute for Solar System Research.

Ada empat spot yang dideteksi ilmuwan. Sebelumnya, ilmuwan telah mengetahui bahwa spot itru merupakan wilayah gunung berapi. Namun, baru kali ini ilmuwan berhasil membuktikan bahwa spot itu bisa mengalami perubahan temperatur signifikan.

"Itu adalah bukti paling kuat saat ini tentang vulkanisme di Venus," kata Shalygin seperti dikutip Daily Mail, Jumat (18/6/2015).

Pada spot yang disebut "Object A" yang luasnya hanya sekitar 1 kilometer persegi, ilmuwan mengetahui bahwa temperaturnya bisa mencapai 830 derajat celsius, jauh lebih tinggi daripada temperatur biasanya yang sekitar 480 derakat celsius.

Hasil penelitian ini konsisten dengan data lain dari Venus Express yang menunjukkan gejala vulkanisme di Venus baru-baru ini.

Tahun 2010, citra inframerah sejumlah gunung yang diambil Venus Express mengindikasikan bahwa lava pernah mengalir ribuan hingga jutaan tahun lalu. Beberapa tahun kemudian, adanya lonjakan sulfur di atmosfer Venus yang bisa menjadi petunjuk bahwa sebuah gunung berapi tengah aktif.

"Studi kami menunjukkan bahwa Venus, tetangga terdekat kita, masih aktif dan berubah saat ini. Ini langkah penting untuk memahami perbedaan sejarah evolusi Bumi dan Venus," kata Shalygin.

Sumber : KOMPAS.com

Tayangan Nagita Slavina Dan Raffi Ahmad Ditegur KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan surat teguran tertulis kedua untuk Trans TV terkait pelanggaran terhadap P3SPS KPI dalam program siaran “Janji Suci Selamatan Tujuh Bulanan” yang disiarkan 14 Juni 2015 mulai pukul 13.54 hingga pukul 21.34 WIB.

Dari situs resmi KPI disebutkan, program tersebut menayangkan acara selamatan tujuh bulanan Nagita Slavina yang diadakan di kediaman Raffi dan Gigi di Tebet dilanjutkan dengan segmen “Janji Suci Raffi & Gigi Road To Baby Shower” dan “Janji Suci Baby Shower” sehingga menghabiskan durasi kurang lebih 7 jam 41 menit.

Durasi siar yang cukup panjang ini dinilai tidak wajar oleh KPI Pusat.
Demikian ditegaskan KPI Pusat dalam surat teguran keduanya untuk Trans TV yang ditandatangani Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, Jumat, 19 Juni 2015.
Program yang dimaksud banyak pula memuat hal-hal yang tidak signifikan untuk diketahui publik, seperti kendala-kendala yang dialami Raffi sehingga terlambat datang karena macet total, rantai ojek putus, berganti ojek, dan ojek ditabrak motor, ataupun flashback momen Nagita dan Raffi, yang menghabiskan menghabiskan durasi cukup panjang.

Dalam surat teguran tersebut, KPI Pusat memandang bahwa nilai-nilai positif yang ingin disampaikan, seperti budaya/adat mitoni, pengajian, ataupun wawancara narasumber, pada dasarnya dapat ditayangkan dalam durasi yang wajar jika dikemas dengan baik.

Menurut KPI Pusat siaran tersebut telah dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.
Koordinator bidang Isi Siaran sekaligus Komisioner KPI Pusat Agatha Lily mengatakan pihaknya memutuskan bahwa tindakan penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1).

Selain itu, berdasarkan catatan KPI Pusat, Trans TV pada tanggal 17 Oktober 2014 telah mendapatkan sanksi administratif teguran tertulis Nomor 2415/K/KPI/10/14 terkait penayangan seluruh prosesi pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina selama 2 (dua) hari berturut-turut pada program siaran “Janji Suci Raffi dan Nagita” yang ditayangkan pada tanggal 16 dan 17 Oktober 2014 dan dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.

Pada teguran tersebut, KPI Pusat juga telah mengingatkan Trans TV untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama pada program sejenis lainnya di kemudian hari, namun Trans TV tidak mengindahkan teguran KPI Pusat tersebut.

Atas dasar pengabaian teguran sebelumnya, menurut Lily, KPI Pusat akan mengakumulasi pelanggaran-pelanggaran ini sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi yang lebih berat sesuai dengan Pasal 75 ayat (2) SPS, diantaranya memberikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk meninjau ulang Izin Penyelenggaraan Penyiaran PT. Televisi Transformasi Indonesia.
Dalam surat teguran kedua itu juga ditegaskan jika Trans TV harus menyadari bahwa frekuensi yang dipinjamkan kepada pihak bersangkutan merupakan ranah publik yang tidak dapat dipergunakan semena-mena.

Sumber :TRIBUNNEWS.COM

Top