Kesehatan

Unik

Teknologi

Kriminal

News

Peristiwa

KarenaTerlalu Tangguh, Filipina Minta Tes Kelamin Timnas Voli Indonesia

Tim Voli Indonesia yang berlaga di SEA Games dibuat kaget dengan permintaan Filipina untuk menjalankan tes kelamin terhadap spiker tim voli Indonesia, Aprilia Santini Manganang.

Tim Filipina mencurigai Aprilia karena bentuk fisik dan kekuatannya tidak seperti wanita, mereka meminta sebuah tes untuk menyatakan apakah aprilia ini benar benar wanita atau bukan. Tes ini menyusul kekalahan telak atas Filipina 3-0.

“Sudah sering sih diragukan sama orang-orang. Bahkan beberapa kali saya harus menjalani tes feminitas. Seperti tahun 2005 saat sprinter, lalu sebelum masuk voli di voli Bandung juga pernah, dan SEA Games Myanmar, sudah banyak banget kali jadi sudah biasa,” ungkap April.
Sampai saat ini masih belum diketahui apakah permintaan pelatih voli Filipina itu akan dikabulkan. Pasalnya, kasus serupa pernah terjadi dan memakan banyak waktu sehingga merugikan si atlet.

Sumber : Hello-pet

Untuk Pemudik dianjurkan Tidak Pakai Motor Matic

Di Lebaran 2015 ini, tentu mudik masih akan menjadi agenda wajib bagi umat Islam di Indonesia. Salah satu cara mudik yang masih banyak digunakan hingga lebaran tahun lalu adalah dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Mengantisipasi hal tersebut, pemudik bersepeda motor diimbau tidak menggunakan sepeda motor jenis matic karena mempunyai ukuran ban kecil yang bisa membahayakan jiwa pengendara jika dipakai jarak jauh.
"Pemudik bersepeda motor sekarang banyak yang menggunakan sepeda motor matic yang mempunyai ukuran ban lebih kecil dari sepeda motor biasa," kata Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dinhubkominfo) Kabupaten Banyumas Agus Sriyono di Purwokerto, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara (20/6).

Menurut dia, ban berukuran kecil berbahaya jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh karena tidak bisa meredam guncangan pada kondisi jalan yang berlubang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kata dia, kecepatan sepeda motor matic relatif tinggi atau rata-rata di atas 70 kilometer per jam sehingga akan terpelanting ketika berusaha menghindari lubang meskipun hanya lubang kecil.

Selain itu, lanjut dia, sistem pengereman sepeda motor matic tidak bisa spontanitas serta memiliki mesin dengan kapasitas besar atau di atas 100 cc.
"Ini menjadi suatu permasalahan kenapa pemudik sering terlibat kecelakaan. Ini mungkin karena mereka tidak tahu kondisi lingkungan sekitarnya atau daerah-daerah yang dilalui sehingga mereka bisa terlibat kecelakaan," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau pemudik bersepeda motor untuk tidak menggunakan sepeda motor matic karena bahayanya lebih besar dibanding dengan sepeda motor biasa yang menggunakan ban berukuran besar.

Sumber : Merdeka.com

Pendiri Facebook Akan Menikah Dengan Gadis Indonesia

Eduardo Saverin, salah satu pendiri facebook yang juga seorang miliarder Singapura akan segera menikahi tunangannya yang berdarah Indonesia, Elaine Andriejanssen.

Dilansir dari channelnewsasia.com Kamis(18/6), pasangan ini sebelumnya sudah mengadakan pesta pertunangan sekitar satu bulan lalu di Mulia Resort Bali. Pada pesta pertunangan itu, pasangan ini ternyata juga mengundang penyanyi kenamaan John Legend.

Awalnya sempat ada rumor yang beredar bahwa Saverin akan menikahi Miss Singapore Universe 2009, Rachel Kum, pada 27 Juni di French Riviera di Mediterania. Namun rumor tersebut seakan menghilang saat Saverin, dalam akun facebooknya menuliskan status pertunangannya dengan Andriejanssen.

“Dia menerimanya! Akhirnya saya bertunangan dengan wanita yang saya cintai selama ini. Saya sangat siap untuk menjalani hidup bersamanya,” tulis Saverin.

Kekayaan Saverin sendiri saat ini diperkirakan mencapai USD 4,2 Miliar atau sekitar Rp 54,6 Triliun menurut daftar pria terkaya di Singapura yang dibuat oleh Forbes pada 2014 lalu. Saverin tinggal di Singapura untuk menghindari pajak besar di Amerika Serikat. Dengan tinggal di Singapura, dia diperkirakan lolos dari kewajiban membayar pajak senilai USD 67 juta atau sekitar Rp 938 miliar.

Sedangkan Andriejanssen sendiri selama ini bekerja di industri keuangan Singapura. Wah apakah nantinya pernikahan mereka berdua termasuk deretan daftar royal wedding?

Sumber : Brilio.net

Ibu Angkat Angeline Jadi Tersangka

Margareith Christina Megawe resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan anak angkatnya, Angeline (8). Margriet ditangkap polisi di sebuah vila di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (14/6). Margriet bersama anaknya Ivon dibawa ke Polda Bali dini hari tadi dan hingga kini menjalani pemerikaan intensif.

Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie menjelaskan bahwa penetapan tersangka kepada Margareith itu berdasarkan hasil pengembangan berkaitan dengan pengakuan tersangka Agus yang menjadi saksi dalam kasus dugaan penelantaran anak tersebut.

"Berdasarkan keterangan dari tersangka Agus di mana dia diperiksa sebagai saksi berkaitan laporan polisi yang kami terima berkaitan tentang kasus penelantaran anak," imbuhnya.

Meski ditetapkan dalam kasus yang berbeda, namun mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri itu menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan kepada Margareith saat ini tidak menutup kemungkinan bisa berkaitan dengan kasus kematian Angeline.

"Hasil pemeriksaan ini bisa menjadi bahan pertimbangan ketika kami menyelesaikan berkas perkara kasus yang menyebabkan kematian korban (Angeline), apakah ada kaitannya atau tidak ini kami berproses," ucapnya.

Sebelumnya pada Kamis (11/6) P2TP2A Kota Denpasar melaporkan kasus dugaan penelantaran anak kepada Margriet.

Kasus dugaan penelantaran itu menambah daftar kasus yang diduga melibatkan Margriet dan anak angkatnya terkait kasus pembunuhan Angeline.

Angeline ditemukan tewas pada Rabu (10/6) dikubur di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar setelah sebelumnya dikabarkan hilang pada Sabtu (16/5).

Sumber : Merdeka.com

Mengaku Tak Bunuh Angeline, Agus Menuding AA

Kasus pembunuhan Angeline masih misteri. Tersangka Agustinus Tai atau Agus yang sebelumnya mengaku sebagai pembunuh keterangannya selalu berubah-ubah.

Belakang ini dia malah menyebut kalau dirinya hanya mengubur, bukan membunuh. Lalu siapa yang membunuh Angeline?

Dalam keterangan kepada polisi, Agus menyebut kalau ada orang berinisial AAR yang dikenal AA atau AR sebagai eksekutor. Atas keterangan itu, polisi langsung menjemput orang yang disebutkan Agus, Sabtu (13/6) malam.

"Kami sedang lakukan pemeriksaan intensif kepada saksi baru. Orang ini yang disebut Agus eksekutornya," terang sumber penyidik di Polresta Denpasar, Minggu (14/6).

Soal status saksi baru, dipertegas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hery Wiyanto bahwa saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dia membantah saksi baru ini sudah berstatus tersangka.

"Saksi baru yang disebutkan Agus, berinisial AA atau AR masih saksi. Belum jadi tersangka," ujarnya.


Sumber : Merdeka.com
⬆
Top